Skip to main content

Posts

NELAYAN DALAM BINGKAI DEMOKRASI

Tidak banyak yang tahu jika tanggal 6 April adalah hari nelayan Indonesia. Harinya para pejuang pangan di negeri bahari, negeri yang memiliki sumberdaya ikan melimpah, negeri yang lautnya lebih luas dibanding daratan, negeri yang indah pemandangan  bawah lautnya tak dapat sekedar diucapkan. Nelayan merupakan istilah bagi orang yang memiliki aktifitas menangkap ikan atau biota perairan. Masyarakat nelayan dapat diartikan sebagai masyarakat yang hidup, tumbuh serta berkembang di daerah pesisir. Berdasarkan data badan pusat statistik (BPS) pada tahun 2011 penduduk miskin di Indonesia mencapai 31, 02 juta orang dan 25,14 % (7,87 juta) dari jumlah tersebut merupakan nelayan. Nelayan seakan-akan  menjadi tamu dilautnya sendiri, dan siapa tuan rumah yang sebenarnya ?? Beberapa permasalah pada nelayan antaralain : 1) ketidakpastian usaha karena ketergantungan yang tinggi terhadap musim, 2) Rendahnya tingkat pendidikan, 3 ) degradasi lingkungan, 4) kebanyakan nelayan berpola hid...

“Melirik Kepiting Bakau di Sulawesi Tengah”

 Kepiting bakau ( Scylla sp.) merupakan salah satu sumberdaya hayati perairan bernilai ekonomis penting memiliki habitat di wilayah estuaria dan mangrove. Kepiting bakau diminati masyarakat baik di dalam maupun luar negeri karena rasa dagingnya yang lezat dan bernilai gizi tinggi . Potensi kepiting bakau ( Scylla sp) di Sulawesi Tengah cukup melimpah. Sulawesi tengah merupakan salahsatu provinsi penghasil kepiting bakau di Indonesia. Kepiting bakau ( Scylla sp) di Sulawesi Tengah berasal dari kabupaten Morowali, Banggai, Tojo una una, Parigi-Moutong, dan Kabupaten Donggala. Selama 3 tahun terakhir (2011-2013)   terjadi peningkatan yang sangat signifikan terhadap frekuensi pengiriman kepiting bakau yang dilalulintaskan melalui bandar udara mutiara Palu yakni 723 kali pengiriman pada tahun 2011 menjadi 2 635 kali pengiriman pada tahun 2013 (SKIPM Palu, 2013). Pada tahun 2013, Frekuensi lalulintas domestik keluar komoditas perikanan yang melalui bandar udara mutiar...

IKAN SIDAT DI KABUPATEN POSO, SULAWESI TENGAH

Perairan Sulawesi merupakan daerah potensial distribusi sidat tropis, dan di Muara Sungai Poso minimal ditemukan lima spesies ikan sidat, yaitu A. marmorata, A. bicolor pasific, A. celebensis, A. borneensis, dan A. interioris (Sugeha, 2005). Perairan Teluk Tomini, yang berada di muka Muara Poso, berdasarkan tingkat kelimpahan larvanya (Leptocephale), memiliki kelimpahan tertinggi dibanding perairan lainnya (Wouthuyzen, et al., 2003). Tingginya potensi larva sidat yang bermigrasi ditunjukkan dengan tingkat rekrutmen yang mencapai 260-1069 ekor/lima detik di muara Sungai Poso (Haryuni et al., 2002) Berdasarkan data tersebut estimasi rekruitmen elver yang memasuki Sungai Poso dapat mencapai 187.200 - 769.920 ekor per malam. Perairan Danau dan Sungai Poso telah lama diketahui merupakan daerah penangkapan sidat. Estimasi produksi sidat pada tahun 1970-an minimal mencapai 22 ton per tahun, yang didasarkan pada jumlah alat tangkap terpasang di Sungai Poso yang mencapai 20 - 25 uni...

Ikan Sidat Tembus Pasar Asia Timur

Laporan Wartawan Kompas Haryo Damardono KARAWANG, KOMPAS- Direktorat Perikanan Budidaya Departemen Kelautan  dan Perikanan, untuk pertama kalinya mengekspor 30 ton ikan sidat  atau anguilla sp, menuju negara-negara di Asia Timur, yakni Taiwan,  Korea Selatan, dan Jepang. Ekspor perdana tersebut dilepas dari Tambak Pandu di Desa Pusakajaya  Utara, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, oleh Menteri Kelautan dan  Perikanan Freddy Numberi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Wagub Jabar  Nu'man A.Hakim, Senin (27/8). "Kami membutuhkan waktu dua tahun, untuk menemukan formula tepat bagi pembesaran ikan sidat. Ternyata, ikan ini tumbuh baik pada suhu 29-31  derajat Celsius, dengan tingkat salinitas lima per mil," kata  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya DKP, Made L Nurjana. Made mengatakan karena teknologi pembesaran ikan sidat telah dikuasai, maka secepatnya DKP akan mengembangkan ikan sidat di beberapa daerah. "Telah ada dia kawasan yang dibidik investor...

”TEKNIK PEMELIHARAAN PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU SISTEM KERAMBA BAMBU”

Pemeliharaan dengan menggunakan system karamba yang terbuat dari bahan bambu pada umumnya sudah lama digunakan oleh para petani tambak, selain cara pembuatannya relatif gampang, juga bahan yang di gunakan sangat mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Namun disisi lain metode ini terbatas dengan padat tebar yang relatif sedikit, ini disebabkan oleh ruang gerak kepiting yang sempit, sehingga dikhawatirkan kepiting mudah untuk saling memangsa (kanibalisme). Bahan dan peralatan yang digunakan membuat karamba bambu dengan ukuran 2 x 1,5 meter sebagai berikut : 1. Balok (broti) ukuran 5 x 7 x 4 m 18 batang 2. Bambu 15 batang 3. Paku 1,5 inchi 0,8 kg dan 4 inchi 0,5 kg 4. Engsel anti karat sedang, ukuran 0,5 mm 4 buah 5. Kunci gembok 1 set 6. Martil dan parang Pembuatan dilakukan terlebih dahulu membuat rangka karamba yang terbuat dari bahan balok/broti 5 x 7 x 4 meter yang dilanjutkan dengan merakit dinding keramba dari belahan bambu. Kekurangan dengan menggunakan karamba bambu, daya ...

ASPEK POSITIF RETIFIKASI UNCLOS 1982 TERHADAP PERIKANAN INDONESIA

Ratifikasi UNCLOS (United Nations Convension on Law of the Sea) merupakan mileistone bagi negara-negara maritime (coastal states) untuk memanfaatkan kekayaan sumberdaya maritime di wilayah perairannya. Dengan diratifikasinya UNCLOS tersebut, maka Indonesia memiliki luas perairan Zona Ekonomi Ekslusif sekitar 2,7 juta km2. Dengan penambahan luas perairan tersebut, sebenarnya memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk memanfaatkan kekayaan alamnya secara lebih besar lagi. Namun sayangnya potensi dan kekayaan sumberdaya di ZEEI tersebut belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh bangsa Indonesia, bahkan yang terjadi justru sebaliknya. Kekayaan tersebut dimanfaatkan oleh pihak asing melalui pencurian ikan (ilegal fishing) dan penyalahgunaan izin penangkapan (abuse licensing). Departemen Kelautan dan Perikanan memperkirakan, dari 7000 izin operasi penangkapan ikan, tujuh puluh persennya (70%) merupakan kapal asing. Perkiraan kerugian dari operasi kapal asing ini menurut DKP sudah menc...

KRITERIA PERUNTUKKAN AIR

Kualitas air sangat ditentukan oleh konsentrasi bahan pencemar di dalam air. Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, menggolongkan air berdasarkan peruntukannya menjadi 4 (empat) kelas yaitu : 1. Kelas satu, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; 2. Kelas dua, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; 3. Kelas tiga, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; 4. Kelas empat, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mensyaratkan mu...