Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Budidaya

”TEKNIK PEMELIHARAAN PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU SISTEM KERAMBA BAMBU”

Pemeliharaan dengan menggunakan system karamba yang terbuat dari bahan bambu pada umumnya sudah lama digunakan oleh para petani tambak, selain cara pembuatannya relatif gampang, juga bahan yang di gunakan sangat mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Namun disisi lain metode ini terbatas dengan padat tebar yang relatif sedikit, ini disebabkan oleh ruang gerak kepiting yang sempit, sehingga dikhawatirkan kepiting mudah untuk saling memangsa (kanibalisme). Bahan dan peralatan yang digunakan membuat karamba bambu dengan ukuran 2 x 1,5 meter sebagai berikut : 1. Balok (broti) ukuran 5 x 7 x 4 m 18 batang 2. Bambu 15 batang 3. Paku 1,5 inchi 0,8 kg dan 4 inchi 0,5 kg 4. Engsel anti karat sedang, ukuran 0,5 mm 4 buah 5. Kunci gembok 1 set 6. Martil dan parang Pembuatan dilakukan terlebih dahulu membuat rangka karamba yang terbuat dari bahan balok/broti 5 x 7 x 4 meter yang dilanjutkan dengan merakit dinding keramba dari belahan bambu. Kekurangan dengan menggunakan karamba bambu, daya ...

Kondisi Lingkungan yang Mempengaruhi Budidaya Rumput Laut

Suhu Suhu lingkungan berperan penting dalam proses fotosintesa, dimana semakin tinggi intensitas matahari dan semakin optimum kondisi temperatur, maka akan semakin nyata hasil fotosintesanya (Lee, et al. 1999). Kecukupan sinar matahari sangat menentukan kecepatan rumput laut untuk memenuhi kebutuhan nutrien seperti karbon (C), nitrogen (N) dan posfor (P) untuk pertumbuhan dan pembelahan selnya. Rumput laut memiliki toleransi terhadap kisaran suhu yang spesifik karena adanya enzim, dan akan tumbuh subur pada daerah yang sesuai dengan suhu di laut yaitu pada kisaran suhu 20 - 30°C (Luning, 1990). Menurut Lee, et al. (1999), bahwa suhu yang dibutuhkan oleh beberapa rumput laut berbeda satu sama lain, tetapi secara umum suhu yang dibutuhkan oleh rumput laut untuk pertumbuhan berkisar antara 20 - 30°C. Menurut Kadi dan Atmadja (1988), bahwa suhu dapat mempengaruhi perkembangan reproduksi beberapa jenis alga, misalnya perkembangan gamet Gigartina scicularis, akan terbentuk pada suhu antara...

Taksonomi Kepiting Bakau

Kepiting bakau atau dalam bahasa Inggeris dikenal dengan “Mangrove crab” atau “Mud crab” diklasifikasikan oleh stephenson and Campbell (1960), Motoh (1977), Warner (1977), Moosa (1980) dan Keenan et. al. (1998) sebagai berikut : Class : Crustacea Ordo : Decaphoda Familia : Fortunidae Genus : Scylla ( De Haan, 1833) Species: Seylla serrata (Forskal, 1775), Scylla tranquiberica (Fabricius 1798), Scylla paramamosain (Estampador, 1949) dan Scylla olivacea (Herbst, 1796). Krustasea merupakan hewan berkulit keras sehingga untuk pertumbuhannya melalui proses ganti kulit atau dikenal dengan ‘moulting’. Ordo decaphoda ditandai dengan terdapatnya lima pasang kaki yang pada kepiting bakau pasangan kaki pertama berperan sebagai alat penangkap makanan yang disebut capit dan pasangan kaki yang terakhir (kelima) bermodifikasi menjadi bentuk kipas (pipih) yang berfungsi sebagai kaki renang. Genus Scylla ditandai dengan bentuk karapas yang oval bagi...

Biologi dan Ekologi Rumput Laut

Rumput laut merupakan nama komoditi dalam perdagangan nasional untuk jenis alga dan bukan terjemahan dari ”seagrass” atau nama lokalnya padang lamun. Rumput laut tergolong tanaman yang berderajat rendah, umumnya tumbuh melekat pada substrat tertentu, tidak mempunyai akar, batang maupun daun sejati tetapi hanya mempunyai batang yang disebut thallus. Rumput laut hidup di alam dengan melekatkan dirinya pada karang, lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainnya (Rorrer, et al. 2004; Lee, et al. 1999). Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut sangat tergantung dari faktor-faktor ekologis serta jenis substrat dasarnya. Untuk pertumbuhannya, rumput laut mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya secara difusi melalui dinding thallusnya. Perkembangbiakannya dilakukan dua cara, yaitu secara kawin antara gamet jantan dan gamet betina (generatif) serta secara tidak kawin dengan melalui vegetatif, konjugatif dan persporaan (Ditjenkan Budidaya, 2005). Struktur anatomi thallus tiap jenis rumput laut...