Skip to main content

”TEKNIK PEMELIHARAAN PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU SISTEM KERAMBA BAMBU”

Pemeliharaan dengan menggunakan system karamba yang terbuat dari bahan bambu pada umumnya sudah lama digunakan oleh para petani tambak, selain cara pembuatannya relatif gampang, juga bahan yang di gunakan sangat mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Namun disisi lain metode ini terbatas dengan padat tebar yang relatif sedikit, ini disebabkan oleh ruang gerak kepiting yang sempit, sehingga dikhawatirkan kepiting mudah untuk saling memangsa (kanibalisme). Bahan dan peralatan yang digunakan membuat karamba bambu dengan ukuran 2 x 1,5 meter sebagai berikut :
1. Balok (broti) ukuran 5 x 7 x 4 m 18 batang
2. Bambu 15 batang
3. Paku 1,5 inchi 0,8 kg dan 4 inchi 0,5 kg
4. Engsel anti karat sedang, ukuran 0,5 mm 4 buah
5. Kunci gembok 1 set
6. Martil dan parang
Pembuatan dilakukan terlebih dahulu membuat rangka karamba yang terbuat dari bahan balok/broti 5 x 7 x 4 meter yang dilanjutkan dengan merakit dinding keramba dari belahan bambu. Kekurangan dengan menggunakan karamba bambu, daya tahan untuk operasional pemeliharaan sangat singkat karena mudah lapuk.
Ukuran karamba yang dianjurkan sebaiknya 2 x 1,5 meter atau 2 x 1 meter, ketinggian karamba sangat ditentukan oleh kedalaman air tambak, sebab karamba ini dipasang pada kolam/tambak dimana tidak seluruh harus terendam dalam air akan tetapi sebagian permukaan karamba sebaiknya tidak tenggelam, hal ini berfungsi untuk memberi kesempatan kepada kepiting untuk menikmati oksigen secara lansung dari udara terbuka, sebab salah satu sifat kepiting adalah sering memanjat sambil rekreasi dalam karamba untuk menghirup udara langsung, kelakuan seperti ini sering terjadi pada malam , sifat sering memanjat pada siang hari biasanya ditandai dengan buruknya kondisi air tambak, sehingga bila gejala seperti ini timbul sebaiknya dilakukan pergantian air secepat mungkin. Ketinggian permukaan karamba yang tidak terendam air diupayakan antara 15 – 30 cm. Proses pembuatan karamba yang perlu diperhatikan adalah belahan bambu yang dipasang sebagai dinding karamba sebaiknya dibuat secara
melintang (horizontal) agar mempermudah kepiting untuk memanjat, apabila belahan bambu dibuat secara tegak lurus (vertikal) dikhawatirkan kepiting sulit untuk memanjat yang berakibat dapat mengganggu sifat biologi kepiting. Padat tebar yang direkomendasikan dengan ukuran karamba 2 x 1,5 meter atau 2 x 1 meter berkisar antara 30 – 40 kg/karamba atau sekitar 120 ekor dengan berat 250 gram/ekor.
Karamba bambu yang selesai dirakit, terlebih dahulu untuk dijemur sampai kering, dalam cuaca yang cerah proses penjemuran karamba minimal 7 hari, ini dilakukan agar bambu tidak mengalami pembusukan pada saat kegiatan pemeliharaan karena bau busuk yang ditimbulkan oleh bambu dapat mengakibatkan napsu makan kepiting menurun yang akan berlanjut kepada kematian secara massal. Pintu dibuat pada permukaan karamba dengan ukuran 45 x 30 cm yang berfungsi untuk pemberian pakan, panen dan pengontrolan.
Sumber : Balai Budidaya Air Payau Ujung Batee (ADB – BBAP)

Popular posts from this blog

Kebun Plastik Bangsa Poros Maritim

Indonesia sebagai poros maritim merupakan cita-cita agung. Keagungannya bersemayan disudut-sudut langit tertinggi. Siapapun yang memandangi langit pasti terkagum-kagum karena langit hanya dapat dipandang dari bawah. Berbeda dengan langit, laut dapat dipandang dari ketinggian. Perbedaan sudut pandang langit dan laut membuat “penikmatnya” memperlakukan laut sebagai sesuatu yang rendahan. Laut tidak lebih diperlakukan sebagai tempat pembuangan akhir. Bahkan ketika dalam pergaulan ada teman yang dianggap tidak berguna maka istilah “ kelautko jadi tude” menjadi sangat familiar terdengar. Ada persamaan antara berkebun tanaman di sebidang tanah dan berkebun plastik di laut biru.  Persamaannya, kedua aktifitas sama-sama akan berakhir di meja makan. Bedanya, memakan buah dan sayuran menyehatkan sedangkan makan ikan yang mengandung plastik sangat berbahaya terhadap kesehatan. Seringkali kita mendengar istilah beras dan telur plastik sedangkan ikan plastik mungkin pertamakalinya diistilahk...

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Sikap Profesionalisme Aparatur negara sangat dibutuhkan dalam melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Integritas yang rendah merupakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna layanan (customer), sehingga hasil pekerjaan aparatur tidak representatif menggambarkan kondisi yaang sebenarnya. Gratifikasi, suap, korupsi, kolusi dan nepotisme sangat berpotensi terjadi selama kegiatan pelayanan kepada masyarakat (customer). Pimpinan Unit Organisasi pemerintah harus melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisir terjadinya suap, gratifikasi, korupsi, kolusi dan nepotisme. Integritas adalah marwah dan martabat bagi kehormatan pegawai. Upaya pengendalian gratifikasi dapat berupa : 1. Peningkatan pemahaman melalui pendidikan dan pelatihan anti korupsi. Selain tiu, Untuk memelihara pemahaman aparatur, maka dibutuhkan sosialisasi secara berkala. 2. Penegakan disiplin. Penegakan pelanggaran kode etik ASN akan dikenakan sanksi atau hukuman Selain sanksi moral, ASN yang melakukan pelangg...

Aeromonas hydrophila

Bakteri A. hydrophila menyebabkan penyakit red disease pada ikan sidat. Infeksi bakteri A. hydrophila dapat mengakibatkan hemoragik (pendarahan) pada permukaan tubuh (Egusa, 1976). Menurut Jayavignesh dan Kannan (2011), bakteri A. hydrophila merupakan penyebab penyakit hemoragic septicaemia yang juga disebut sebagai motile aeromonas septicaemia (MAS). Bakteri ini dikenal bersifat oportunis karena akan menyerang saat ikan mengalami stres. Gejala ikan yang terinfeksi MAS bervariasi tetapi umumnya ditandai oleh adanya pendarahan pada kulit, insang, rongga mulut, borok pada kulit, bola mata menonjol (exopthalmia ), perut kembung dan ikan lemas serta sering berada di permukaan atau dasar kolam. Menurut Austin dan Austin (2007), Aeromonas hydrophila menyebabkan beberapa kondisi patologis yang berbeda diantaranya pembusukan pada sirip ekor dan hemoragik septicemia yang ditandai dengan lesi kecil pada permukaan tubuh yang menyebabkan pengelupasan sisik, pendarahan lokal terutama pada in...