Skip to main content

Posts

Biologi dan Ekologi Rumput Laut

Rumput laut merupakan nama komoditi dalam perdagangan nasional untuk jenis alga dan bukan terjemahan dari ”seagrass” atau nama lokalnya padang lamun. Rumput laut tergolong tanaman yang berderajat rendah, umumnya tumbuh melekat pada substrat tertentu, tidak mempunyai akar, batang maupun daun sejati tetapi hanya mempunyai batang yang disebut thallus. Rumput laut hidup di alam dengan melekatkan dirinya pada karang, lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainnya (Rorrer, et al. 2004; Lee, et al. 1999). Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut sangat tergantung dari faktor-faktor ekologis serta jenis substrat dasarnya. Untuk pertumbuhannya, rumput laut mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya secara difusi melalui dinding thallusnya. Perkembangbiakannya dilakukan dua cara, yaitu secara kawin antara gamet jantan dan gamet betina (generatif) serta secara tidak kawin dengan melalui vegetatif, konjugatif dan persporaan (Ditjenkan Budidaya, 2005). Struktur anatomi thallus tiap jenis rumput laut...

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER UNTUK PENGEMBANGAN PERIKANAN DAN KELAUTAN INDONESIA

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia mempunyai wilayah perairan laut yang sangat luas (hampir 80% dari luas wilayah) dengan kandungan potensi sumberdaya perikanan yang beragam dan berlimpah (6.18 juta ton/tahun). Potensi sumberdaya perikanan tersebut sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun demikian sampai saat ini potensi tersebut belum mendapat perhatian yang memadai Oleh karena itu suatu sistem informasi yang mendasar dan mencakup aspek perencanaan dalam pengembangan usaha pemanfaatan sumberdaya perikanan sangat diperlukan sebagai acuan pertimbangan dalam pengelolaan, pemanfaaatan dan pengembangan perikanan di perairan Indonesia sehingga didapatkan suatu pola pengembangan usaha pemanfaatan sumberdaya perikanan yang berguna bagi kesejahteraan masyarakat. Karena keunggulannya, komputer dipakai sebagai sarana penunjang utama untuk mengimplementasikan suatu sistem informasi. Dengan diketahuinya nilai potensi sumberdaya yan...

Perikanan Sebagai Barang Publik

Dalam pandangan ekonomi, barang (goods) dapat diklasifikasikan menurut kriteria-kriteria penggunaan atau konsumsinya dan hak pemilikannya. Dari sisi konsumsinya kita dapat mengklasifikasikan apakah barang tersebut menimbulkan ketersaingan untuk mengkonsumsinya atau tidak (rivalry). Dalam bahasa ekonomi, kondisi di atas sering disebut sebagai biaya oportunitas yang positif dari segi konsumsi. Dari sisi hak pemilikan, suatu barang dapat dilihat dari kemampuan si pemilik (produsen) untuk mencegah pihak lain untuk memilikinya. Sifat ini sering juga disebut sifat yang excludable. Sebaliknya, dari sisi pihak konsumen, kita bisa melihat misalnya, apakah konsumen memiliki hak atau tidak untuk mengkonsumsi. Berdasarkan sifat-sifat di atas, barang publik (public goods) secara umum dapat didefinisikan sebagai barang di mana jika diproduksi, produsen tidak memiliki kemampuan mengendalikan siapa yang berhak mendapatkannya. Masalah dalam barang publik timbul karena produsen tidak dapat meminta konsu...

Pengaruh Pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata Forsskal)

ABSTRAK IRMAWAN SYAFITRIANTO. L 221 02 044. Pengaruh Pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata Forsskal) (di bawah bimbingan Haryati sebagai Pembimbing Utama dan Yushinta Fujaya sebagai pembimbing anggota). Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata Forsskal) Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai salah satu bahan iformasi dalam usaha pengembangan budidaya kepiting bakau, khususnya dalam penyediaan induk matang gonad. Selain itu, sebagai bahan acuan dalam pengelolaan panti benih kepiting. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2006 sampai Februari 2007, di Unit Pembenihan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP), Kabupaten Barru. Hewan uji yang digunakan adalah Kepiting bakau (S.serrata Forsskal) betina dewasa sebanyak 12 ekor, berukuran lebar karapaks 15-18 cm, bobot 400-800 gram. Hewan uji diperoleh dari hasil pe...

Ekosistem Kolam

Ekosistem kolam ditandai oleh adanya bagian perairan yang tidak dalam sehingga (kedalamannya tidak lebih dari 4-5 meter) yang memungkinkan tumbuh-tumbuhan berakar dapat tumbuh di semua bagian perairan. Tidak ada batasan tegas yang dapat dibuat antara danau dan kolam. Ada perbedaan kepentingan secara ekologis, selain dari ukuran secara keseluruhan. Dalam danau zona limneti dan profundal relatif besar ukurannya dibandingkan dengan zona litoral. Bila sifat-sifatnya kebalikannya biasanya disebut kolam. Jadi zona limnetik adalah daerah produsen utama untuk danau secara keseluruhan. Kolam adalah daerah perairan kecil dimana zona litoralnya relatif besar dan daerah limnetik secara profundal kecil atau tidak ada. Stratifikasi tidak terlalu penting. Kolam dapat dijumpai dikebanyakan daerah dengan curah hujan yang cukup. Kolam alami jumlahnya banyak terdapat di daerah kapur bila terjadi depresi atau “penurunan” karena dari cairan di bawahnya. Kolam sementara yaitu kolam kering untuk beberapa wa...

STATUS PERIKANAN KEPITING BAKAU

Dengan informasi pasar kepiting bakau yang semakin meluas maka komoditas tersebut telah memberikan nilai ekonomis dan peningkatan pendapatan bagi petani dan telah membuka peluang bisnis kepiting bakau yang semakin berkembang. Pada awalnya bisnis ini hanya mengandalkan hasil tangkapan untuk ukuran pasar siap jual, kemudian meningkat ke upaya budidaya baik budidaya pembenihan maupun pembesaran. Seperti yang terjadi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Filipina. Oleh karena itu tidak saja kepiting besar yang ditangkap, tetapi ukuran kecilpun menjadi bernilai ekonomis. Akhirnya di beberapa tempat terjadi intensitas penangkapan yang cukup tinggi dan telah dirasakan semakin menurunnya produksi tangkap seperti kasus di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Harga kepiting bertelur penuh yang jauh lebih tinggi mendorong minat petani melakukan budidaya produksi kepiting bertelur. Di kalangan bisnis kepiting bakau usaha ini dinilai merupakan usaha yang paling menguntungkan, d...

SEKILAS TENTANG UNCLOS 1982

SEKILAS TENTANG UNCLOS 1982 (MAKALAH STRATEGI UNDANG-UNDANG PERIKANAN) UU yang ditetapkan pada era kabinet Gotong Royong kurang memperhatikan nasib nelayan dan kepentingan nasional terhadap pengelolaan sumber daya ikan. Bahkan UU itu memberi kesempatan sangat besar kepada asing untuk mengeksploitasi sumber daya ikan di perairan Indonesia, khususnya di ZEEI (zona ekonomi eksklusif Indonesia). Ini bisa dilihat dari Pasal 29 dan 30 UU No 31 tahun 2004 tersebut. Dalam Pasal 29 ayat (1) disebutkan usaha perikanan di wilayah pengelolaan perikanan RI hanya boleh dilakukan oleh warga negara RI atau badan hukum Indonesia. Sementara dalam ayat (2) disebutkan pengecualian terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) diberikan kepada orang atau badan hukum asing yang melakukan usaha penangkapan ikan di ZEEI, sepanjang hal tersebut menyangkut kewajiban negara RI berdasarkan persetujuan internasional atau ketentuan hukum internasional yang berlaku. Dari ayat (2) terlihat pemerintah s...