Skip to main content

Pengaruh Pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata Forsskal)


ABSTRAK
IRMAWAN SYAFITRIANTO. L 221 02 044. Pengaruh Pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata Forsskal) (di bawah bimbingan Haryati sebagai Pembimbing Utama dan Yushinta Fujaya sebagai pembimbing anggota).
Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata Forsskal) Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai salah satu bahan iformasi dalam usaha pengembangan budidaya kepiting bakau, khususnya dalam penyediaan induk matang gonad. Selain itu, sebagai bahan acuan dalam pengelolaan panti benih kepiting.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2006 sampai Februari 2007, di Unit Pembenihan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP), Kabupaten Barru.
Hewan uji yang digunakan adalah Kepiting bakau (S.serrata Forsskal) betina dewasa sebanyak 12 ekor, berukuran lebar karapaks 15-18 cm, bobot 400-800 gram. Hewan uji diperoleh dari hasil penangkapan petani tambak di kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Wadah yang digunakan pada penelitian ini adalah bak beton beerbentuk segi empat yang berukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing :1,8 x 1,8 x 2 meter sebanyak 2 buah. Setiap bak disekat-sekat dengan menggunakan bilah bambu sebanyak 6 sekat. Tiap 1 sekat berukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 40 x 40 x 40 cm.
Perlakuan yang diujikan adalah perbedaan jenis pakan yaitu: ikan rucah/ikan tembang (perlakuan A), daging kerang (perlakuan B), kepiting karaka (N. Lafondi)(perlakuan C), dan kombinasi antara daging kerang dengan kepiting karaka (perlakuan D). Dosis pakan yang diberikan adalah 8 % dari bobot tubuh perhari, dengan frekuensi pemberian dua kali yakni sore hari (17.00 Wita) dan malam hari (23.00 Wita).
Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah Indeks Kematangan Gonad (IKG), diameter telur, perubahan warna gonad, dan sebagai data penunjang maka dilakukan pengukuran beberapa parameter kualitas air.
Untuk mengetahui respon pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (S. serrata Forsskal), maka hasil pengamatan dan pengukuran tiap parameter dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : pemberian pakan berupa ikan rucah (perlakuan A) dapat menyebakan tingginya Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan besarnya diameter telur (µm), perlakuan pemberian pakan berupa daging kerang (perlakuan B) menyebabkan cepatnya perubahan warna gonad menjadi jingga tua.

Comments

Popular posts from this blog

Kebun Plastik Bangsa Poros Maritim

Indonesia sebagai poros maritim merupakan cita-cita agung. Keagungannya bersemayan disudut-sudut langit tertinggi. Siapapun yang memandangi langit pasti terkagum-kagum karena langit hanya dapat dipandang dari bawah. Berbeda dengan langit, laut dapat dipandang dari ketinggian. Perbedaan sudut pandang langit dan laut membuat “penikmatnya” memperlakukan laut sebagai sesuatu yang rendahan. Laut tidak lebih diperlakukan sebagai tempat pembuangan akhir. Bahkan ketika dalam pergaulan ada teman yang dianggap tidak berguna maka istilah “ kelautko jadi tude” menjadi sangat familiar terdengar. Ada persamaan antara berkebun tanaman di sebidang tanah dan berkebun plastik di laut biru.  Persamaannya, kedua aktifitas sama-sama akan berakhir di meja makan. Bedanya, memakan buah dan sayuran menyehatkan sedangkan makan ikan yang mengandung plastik sangat berbahaya terhadap kesehatan. Seringkali kita mendengar istilah beras dan telur plastik sedangkan ikan plastik mungkin pertamakalinya diistilahk...

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Sikap Profesionalisme Aparatur negara sangat dibutuhkan dalam melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Integritas yang rendah merupakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna layanan (customer), sehingga hasil pekerjaan aparatur tidak representatif menggambarkan kondisi yaang sebenarnya. Gratifikasi, suap, korupsi, kolusi dan nepotisme sangat berpotensi terjadi selama kegiatan pelayanan kepada masyarakat (customer). Pimpinan Unit Organisasi pemerintah harus melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisir terjadinya suap, gratifikasi, korupsi, kolusi dan nepotisme. Integritas adalah marwah dan martabat bagi kehormatan pegawai. Upaya pengendalian gratifikasi dapat berupa : 1. Peningkatan pemahaman melalui pendidikan dan pelatihan anti korupsi. Selain tiu, Untuk memelihara pemahaman aparatur, maka dibutuhkan sosialisasi secara berkala. 2. Penegakan disiplin. Penegakan pelanggaran kode etik ASN akan dikenakan sanksi atau hukuman Selain sanksi moral, ASN yang melakukan pelangg...

Aeromonas hydrophila

Bakteri A. hydrophila menyebabkan penyakit red disease pada ikan sidat. Infeksi bakteri A. hydrophila dapat mengakibatkan hemoragik (pendarahan) pada permukaan tubuh (Egusa, 1976). Menurut Jayavignesh dan Kannan (2011), bakteri A. hydrophila merupakan penyebab penyakit hemoragic septicaemia yang juga disebut sebagai motile aeromonas septicaemia (MAS). Bakteri ini dikenal bersifat oportunis karena akan menyerang saat ikan mengalami stres. Gejala ikan yang terinfeksi MAS bervariasi tetapi umumnya ditandai oleh adanya pendarahan pada kulit, insang, rongga mulut, borok pada kulit, bola mata menonjol (exopthalmia ), perut kembung dan ikan lemas serta sering berada di permukaan atau dasar kolam. Menurut Austin dan Austin (2007), Aeromonas hydrophila menyebabkan beberapa kondisi patologis yang berbeda diantaranya pembusukan pada sirip ekor dan hemoragik septicemia yang ditandai dengan lesi kecil pada permukaan tubuh yang menyebabkan pengelupasan sisik, pendarahan lokal terutama pada in...