Skip to main content

Ekosistem Kolam


Ekosistem kolam ditandai oleh adanya bagian perairan yang tidak dalam sehingga (kedalamannya tidak lebih dari 4-5 meter) yang memungkinkan tumbuh-tumbuhan berakar dapat tumbuh di semua bagian perairan.
Tidak ada batasan tegas yang dapat dibuat antara danau dan kolam. Ada perbedaan kepentingan secara ekologis, selain dari ukuran secara keseluruhan. Dalam danau zona limneti dan profundal relatif besar ukurannya dibandingkan dengan zona litoral. Bila sifat-sifatnya kebalikannya biasanya disebut kolam. Jadi zona limnetik adalah daerah produsen utama untuk danau secara keseluruhan.
Kolam adalah daerah perairan kecil dimana zona litoralnya relatif besar dan daerah limnetik secara profundal kecil atau tidak ada. Stratifikasi tidak terlalu penting. Kolam dapat dijumpai dikebanyakan daerah dengan curah hujan yang cukup. Kolam alami jumlahnya banyak terdapat di daerah kapur bila terjadi depresi atau “penurunan” karena dari cairan di bawahnya. Kolam sementara yaitu kolam kering untuk beberapa waktu dalam kurun waktu setahun, terutama menarik dan mendukung komunitas yang unik.
Organisme di dalam kolam seperti ini harus dapat bertahan pada stadium dorman selama periode kering atau dapat bergerak ke dalam dan keluar kolam, seperti amfibi dan serangga air yang dewasa. Udang-udangan terutama menonjol karena dapat beradaptasi dengan baik dan amat terbatas penyebarannya pada kolam sementara. Telu-telurnya dapat bertahan tetap hidup dalam tanah yang kering untuk beberapa bulan.
Seperti habitat marginal yang lain, kolam kontemporer adalah tempat yang sesuai untuk organisme yang beradaptasi untuk itu, karena kompetisi interspesifik dan predasi berkurang. Walaupun begitu sebuah kolam temporer mengandung air hanya untuk beberapa minggu, perubahan musiman tertentu dari organisme mungkin terjadi, sehingga memungkinkan variasi organisme yang cukup besar untuk menggunakan habitat yang secara fisik amat terbatas.
Kolam yang terjadi karena pembendungan atau penggalian oleh manusia, atau oleh binatang seperti “beaver” adalah salah satu yang paling banyak. Saat ini banyak sekali kola pertanian dibangun yang berbeda dengan kolam penggilingan yang dibentuk dengan membendung aliran air yang agak besar untuk keperluan pembangkit tenaga bagi penggilingan kecil. Kolam yang dibentuk oleh beaver merupakan ciri di beberapa tempat dibenua Amerika utara ketika orang-orang Eropa tiba di sana. Suatu kolam “Beaver” biasanya mempunyai sejarah kehidupan ekologis yang pendek, karena kolam seperti itu ditinggalkan bila makanan dari pohon di daerah itu berkurang.


Comments

Linda said…
waduh artikelnya keren....
keep post yaa...^6

Popular posts from this blog

Kebun Plastik Bangsa Poros Maritim

Indonesia sebagai poros maritim merupakan cita-cita agung. Keagungannya bersemayan disudut-sudut langit tertinggi. Siapapun yang memandangi langit pasti terkagum-kagum karena langit hanya dapat dipandang dari bawah. Berbeda dengan langit, laut dapat dipandang dari ketinggian. Perbedaan sudut pandang langit dan laut membuat “penikmatnya” memperlakukan laut sebagai sesuatu yang rendahan. Laut tidak lebih diperlakukan sebagai tempat pembuangan akhir. Bahkan ketika dalam pergaulan ada teman yang dianggap tidak berguna maka istilah “ kelautko jadi tude” menjadi sangat familiar terdengar. Ada persamaan antara berkebun tanaman di sebidang tanah dan berkebun plastik di laut biru.  Persamaannya, kedua aktifitas sama-sama akan berakhir di meja makan. Bedanya, memakan buah dan sayuran menyehatkan sedangkan makan ikan yang mengandung plastik sangat berbahaya terhadap kesehatan. Seringkali kita mendengar istilah beras dan telur plastik sedangkan ikan plastik mungkin pertamakalinya diistilahk...

STATUS PERIKANAN KEPITING BAKAU

Dengan informasi pasar kepiting bakau yang semakin meluas maka komoditas tersebut telah memberikan nilai ekonomis dan peningkatan pendapatan bagi petani dan telah membuka peluang bisnis kepiting bakau yang semakin berkembang. Pada awalnya bisnis ini hanya mengandalkan hasil tangkapan untuk ukuran pasar siap jual, kemudian meningkat ke upaya budidaya baik budidaya pembenihan maupun pembesaran. Seperti yang terjadi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Filipina. Oleh karena itu tidak saja kepiting besar yang ditangkap, tetapi ukuran kecilpun menjadi bernilai ekonomis. Akhirnya di beberapa tempat terjadi intensitas penangkapan yang cukup tinggi dan telah dirasakan semakin menurunnya produksi tangkap seperti kasus di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Harga kepiting bertelur penuh yang jauh lebih tinggi mendorong minat petani melakukan budidaya produksi kepiting bertelur. Di kalangan bisnis kepiting bakau usaha ini dinilai merupakan usaha yang paling menguntungkan, d...

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Sikap Profesionalisme Aparatur negara sangat dibutuhkan dalam melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Integritas yang rendah merupakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna layanan (customer), sehingga hasil pekerjaan aparatur tidak representatif menggambarkan kondisi yaang sebenarnya. Gratifikasi, suap, korupsi, kolusi dan nepotisme sangat berpotensi terjadi selama kegiatan pelayanan kepada masyarakat (customer). Pimpinan Unit Organisasi pemerintah harus melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisir terjadinya suap, gratifikasi, korupsi, kolusi dan nepotisme. Integritas adalah marwah dan martabat bagi kehormatan pegawai. Upaya pengendalian gratifikasi dapat berupa : 1. Peningkatan pemahaman melalui pendidikan dan pelatihan anti korupsi. Selain tiu, Untuk memelihara pemahaman aparatur, maka dibutuhkan sosialisasi secara berkala. 2. Penegakan disiplin. Penegakan pelanggaran kode etik ASN akan dikenakan sanksi atau hukuman Selain sanksi moral, ASN yang melakukan pelangg...