Skip to main content

PENDIDIKAN JEMBATAN PEMBANGUNAN

Ilmu merupakan cabang pengetahuan yang memiliki objek kajian, baik kajian formal maupun kajian material. Ilmu diperoleh dari proses kajian terhadap teori kebenaran, hasil kajian dapat berupa pengetahuan akan kebenaran ataupun ketidak benaran terhadap sebab, proses dan akibat atas fenomena/misteri kehidupan. Ilmu merupakan modal awal dalam menyelesaikan masalah -- masalah kehidupan karena ilmu mempunyai sifat universal. Kemampuan menganalisa suatu permasalahan sangat tergantung pada kedalaman ilmu setiap individu. Indikator kedalaman ilmu tersebut berupa pemahaman dasar atas pertanyaan apa, mengapa, bagaimana, kapan, dan dimana. Ilmu dalam tataran proses penemuan kebenaran harus memiliki landasan (ontologi), metodologi (epistemiologi), serta manfaat yang jelas (Axiologi). Jika ditinjau dalam sudut pandang penyelanggaraan pemerintahan yang baik, maka ilmu menjadi kuadran terpenting dalam pencapaian tujuan. Manfaat organisasi akan terasa jika dalam pencapaiannya digunakan metode yang jelas, tepat, dan sistematis. Untuk memperoleh ketepatan serta kejelasan metode dibutuhkan landasan teoritis serta pengalaman. Pemerintah daerah dalam pengembangan komoditas lokal idealnya mengedepankan konsep ilmu pengetahuan berbasis kearifan lokal. Setiap pijakan demi pijakan haruslah memberikan ruh dalam tataran axiology, bukan sebatas teori di atas lembaran kertas. Membangun kawasan berbasis ekonomi khusus mestinya diawali dari membangun mind set keilmuwan individu penggerak pembangunan. Lembaga pendidikan sebagai salahsatu "jembatan" untuk memperoleh ilmu pengetahuan memegang peranan penting terhadap pembentukan mind set keilmuawan, lembaga pendidikan melatih individu untuk memperbanyak mendengar, melihat, membaca, mengkaji, membandingkan, membuktikan, serta menciptakan teori kebenaran. Perguruan tinggi sebagai lembaga yang mengedepankan pendidikan, penelitian, serta pengabdian pada masyarakat dituntut untuk memberikan out put yang memiliki daya saing berbasis potensi lokal. Yang mengherankan jika penggiat akademisi harus belajar/meneliti kearifan masyarakat lokal seutuhnya di negeri barat, tidak salah, namun kurang tepat menurut saya. Motivator Mario Teguh berkata dalam salah satu acara di stasiun TV swasta, "Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan, untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan", pertanyaan berikutnya adalah apa yang harus dilakukan?? tentunya melalukan segala sesuatu yang tidak hanya bermanfaat untuk individu itu sendiri tetapi untuk banyak individu yang menaruh harapan terhadap manfaat ilmu itu. Pembangunan yang berkelanjut bukan berarti terus-menerus membangun secara fisik, tetapi seutuhnya adalah pembangunan manusia yang dapat membangunkan manusia-manusia lain agar dapat hidup lebih layak.

Popular posts from this blog

Kebun Plastik Bangsa Poros Maritim

Indonesia sebagai poros maritim merupakan cita-cita agung. Keagungannya bersemayan disudut-sudut langit tertinggi. Siapapun yang memandangi langit pasti terkagum-kagum karena langit hanya dapat dipandang dari bawah. Berbeda dengan langit, laut dapat dipandang dari ketinggian. Perbedaan sudut pandang langit dan laut membuat “penikmatnya” memperlakukan laut sebagai sesuatu yang rendahan. Laut tidak lebih diperlakukan sebagai tempat pembuangan akhir. Bahkan ketika dalam pergaulan ada teman yang dianggap tidak berguna maka istilah “ kelautko jadi tude” menjadi sangat familiar terdengar. Ada persamaan antara berkebun tanaman di sebidang tanah dan berkebun plastik di laut biru.  Persamaannya, kedua aktifitas sama-sama akan berakhir di meja makan. Bedanya, memakan buah dan sayuran menyehatkan sedangkan makan ikan yang mengandung plastik sangat berbahaya terhadap kesehatan. Seringkali kita mendengar istilah beras dan telur plastik sedangkan ikan plastik mungkin pertamakalinya diistilahk...

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Sikap Profesionalisme Aparatur negara sangat dibutuhkan dalam melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Integritas yang rendah merupakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna layanan (customer), sehingga hasil pekerjaan aparatur tidak representatif menggambarkan kondisi yaang sebenarnya. Gratifikasi, suap, korupsi, kolusi dan nepotisme sangat berpotensi terjadi selama kegiatan pelayanan kepada masyarakat (customer). Pimpinan Unit Organisasi pemerintah harus melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisir terjadinya suap, gratifikasi, korupsi, kolusi dan nepotisme. Integritas adalah marwah dan martabat bagi kehormatan pegawai. Upaya pengendalian gratifikasi dapat berupa : 1. Peningkatan pemahaman melalui pendidikan dan pelatihan anti korupsi. Selain tiu, Untuk memelihara pemahaman aparatur, maka dibutuhkan sosialisasi secara berkala. 2. Penegakan disiplin. Penegakan pelanggaran kode etik ASN akan dikenakan sanksi atau hukuman Selain sanksi moral, ASN yang melakukan pelangg...

Aeromonas hydrophila

Bakteri A. hydrophila menyebabkan penyakit red disease pada ikan sidat. Infeksi bakteri A. hydrophila dapat mengakibatkan hemoragik (pendarahan) pada permukaan tubuh (Egusa, 1976). Menurut Jayavignesh dan Kannan (2011), bakteri A. hydrophila merupakan penyebab penyakit hemoragic septicaemia yang juga disebut sebagai motile aeromonas septicaemia (MAS). Bakteri ini dikenal bersifat oportunis karena akan menyerang saat ikan mengalami stres. Gejala ikan yang terinfeksi MAS bervariasi tetapi umumnya ditandai oleh adanya pendarahan pada kulit, insang, rongga mulut, borok pada kulit, bola mata menonjol (exopthalmia ), perut kembung dan ikan lemas serta sering berada di permukaan atau dasar kolam. Menurut Austin dan Austin (2007), Aeromonas hydrophila menyebabkan beberapa kondisi patologis yang berbeda diantaranya pembusukan pada sirip ekor dan hemoragik septicemia yang ditandai dengan lesi kecil pada permukaan tubuh yang menyebabkan pengelupasan sisik, pendarahan lokal terutama pada in...