Skip to main content

SIDAT DI SULAWESI TENGAH

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salahsatu Provinsi penghasil ikan sidat terbesar di Indonesia. Frekuensi pengiriman ikan sidat yang di lalulintaskan melalui Bandar Udara Mutiara Palu mengalami peningkatan semenjak tahun 2010 hingga 2012. Tahun 2010 terdapat 748 kali pengiriman ikan sidat dan meningkat menjadi 1.158 kali pengiriman pada tahun 2012 (SKIPM Palu, data tidak dipublikasikan).
Tentang sidat di Sulawesi Tengah, yang menarik perhatian adalah distribusi perdagangan benih. Data Stasiun KIPM Kelas I Palu selama periode Mei tahun 2013 hingga Desember 2016 menunjukkabn 3 (tiga) kabupaten penghasil  benih sidat diantaranya : Kabupaten Parigi (950 Kg), Kabupaten Buol (830 Kg), Kabupaten Poso (653 Kg), data tersebut direkapitulasi berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) yang diterbitkan dinas perikanan setempat. Kabupaten Parigi dan Poso menunjukkan adanya trend penurunan pengiriman dari tahun 2013 hingga 2016, sedangkan Kabupaten Buol trend volumenya cenderung meningkat. Jika ditinjau dari aspek keberlajutan, perdagangan bebas benih sidat sangat tidak direkomendasikan. Akan lebih bijak jika benih sidat dibudidayakan hingga ukuran konsumsi dan diperjualbelikan, selain lebih menguntungkan, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan lapangan kerja.
Jumlah volume (kg) pengiriman benih sidat melalui Bandar udara Palu pada tahun 2013 hingga 2016 mencapai 2.247 kg (SKIPM Palu, data tidak dipublikasikan). Jika harga jual terendah benih sidat di luar negeri mencapai 70 juta, maka keseluruhan nilai rupiahnya diperkirakan mencapai paling sedikit Rp 171.290.000.000, fantastis. Jika dana desa tahun 2017 mencapai 720 juta perdesa, maka maka nilai benih sidat mendanai 237 desa.
Faktor penyakit merupakan salahsatu penyebab kegagalan produksi sidat. Perdangan internasional dan lalulintas udara terhadap sidat merupakan salah satu faktor penyebab penyebaran penyakit (Arai, 2016). Sebagai contoh, kematian massal pada kolam budidaya _Anguilla japonica_ oleh Eel Virus European (EVE), merupakan dampak dari impor glass eels oleh Eropa (Haenan et.al., 2009). Selain itu, di Eropa, penyebaran endoparasit nematoda Anguillicola crassus menyebabkan tingginya mortalitas pada sidat (Anguilla anguilla) yang diimpor dari Jepang untuk tujuan penelitian (Szekely et.al., 2009). Tugas Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan perwakilan Palu untuk menjamin kesehatan, mutu dan keamanan pangan ikan sidat yang dilalulintaskan melalui bandar udara Palu. Pengelolaan sidat merupakan tanjungjawab bersama, pendekatan pemanfaatannya harus berdasarkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan kelestarian

Popular posts from this blog

Kebun Plastik Bangsa Poros Maritim

Indonesia sebagai poros maritim merupakan cita-cita agung. Keagungannya bersemayan disudut-sudut langit tertinggi. Siapapun yang memandangi langit pasti terkagum-kagum karena langit hanya dapat dipandang dari bawah. Berbeda dengan langit, laut dapat dipandang dari ketinggian. Perbedaan sudut pandang langit dan laut membuat “penikmatnya” memperlakukan laut sebagai sesuatu yang rendahan. Laut tidak lebih diperlakukan sebagai tempat pembuangan akhir. Bahkan ketika dalam pergaulan ada teman yang dianggap tidak berguna maka istilah “ kelautko jadi tude” menjadi sangat familiar terdengar. Ada persamaan antara berkebun tanaman di sebidang tanah dan berkebun plastik di laut biru.  Persamaannya, kedua aktifitas sama-sama akan berakhir di meja makan. Bedanya, memakan buah dan sayuran menyehatkan sedangkan makan ikan yang mengandung plastik sangat berbahaya terhadap kesehatan. Seringkali kita mendengar istilah beras dan telur plastik sedangkan ikan plastik mungkin pertamakalinya diistilahk...

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Sikap Profesionalisme Aparatur negara sangat dibutuhkan dalam melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Integritas yang rendah merupakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna layanan (customer), sehingga hasil pekerjaan aparatur tidak representatif menggambarkan kondisi yaang sebenarnya. Gratifikasi, suap, korupsi, kolusi dan nepotisme sangat berpotensi terjadi selama kegiatan pelayanan kepada masyarakat (customer). Pimpinan Unit Organisasi pemerintah harus melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisir terjadinya suap, gratifikasi, korupsi, kolusi dan nepotisme. Integritas adalah marwah dan martabat bagi kehormatan pegawai. Upaya pengendalian gratifikasi dapat berupa : 1. Peningkatan pemahaman melalui pendidikan dan pelatihan anti korupsi. Selain tiu, Untuk memelihara pemahaman aparatur, maka dibutuhkan sosialisasi secara berkala. 2. Penegakan disiplin. Penegakan pelanggaran kode etik ASN akan dikenakan sanksi atau hukuman Selain sanksi moral, ASN yang melakukan pelangg...

Aeromonas hydrophila

Bakteri A. hydrophila menyebabkan penyakit red disease pada ikan sidat. Infeksi bakteri A. hydrophila dapat mengakibatkan hemoragik (pendarahan) pada permukaan tubuh (Egusa, 1976). Menurut Jayavignesh dan Kannan (2011), bakteri A. hydrophila merupakan penyebab penyakit hemoragic septicaemia yang juga disebut sebagai motile aeromonas septicaemia (MAS). Bakteri ini dikenal bersifat oportunis karena akan menyerang saat ikan mengalami stres. Gejala ikan yang terinfeksi MAS bervariasi tetapi umumnya ditandai oleh adanya pendarahan pada kulit, insang, rongga mulut, borok pada kulit, bola mata menonjol (exopthalmia ), perut kembung dan ikan lemas serta sering berada di permukaan atau dasar kolam. Menurut Austin dan Austin (2007), Aeromonas hydrophila menyebabkan beberapa kondisi patologis yang berbeda diantaranya pembusukan pada sirip ekor dan hemoragik septicemia yang ditandai dengan lesi kecil pada permukaan tubuh yang menyebabkan pengelupasan sisik, pendarahan lokal terutama pada in...