Skip to main content

SUMBERDAYA YANG DAPAT DI PERBAHARUI : IKAN DAN SPECIES LAINNYA

Sumber-sumber yang dapat diperbaharui merupakan sumber-sumber dimana stok dapat diperbaharui. Itu mudah untuk memikirkan sumber-usmber yang dapat diperbaharui sebagai sesuatu yang abadi. Bila ini secara otomatis menjadi kasus. Kita dapat memastikan diri kita bahwa pasar akhirnya akan membuat transisi dari sumber yang dapat dihapus ke sumber yang dapat diperbaharui. Walaupun ini merupakan pandangan yang sederhana! Beberapa sumber yang dapat diperbaharui termasuk didalamnnya populasi yang hidup baik tanaman maupun binatang juga merupakan sesuatu yang terbuang-buang bila tidak dikelola dengan efektif.
Pertumbuhan dan penurunan populasi ini pada umumnya bergantung pada ukuran populasi akibat dari aktivitas manusia, populasi tersebut digambarkan melampaui ambang batas yang kritis ketika species berkembang lebih luas.
Pertumbuhan maupun perluasan sekalipun penting bukan merupakan isu-isu manajemen sumber yang dapat diperbaharui. Bila kebijakan publik dapat menfokuskan pada usaha untuk menghindari perluasan dan tidak memberikan perhatian pada beberapa hasil lainnya. Populasi biologik masuk dalam kelas sumber-sumber yang dapat diperbaharui dinamakan dengan sumber-sumber interaktif dimana ukuran cadangan sumber-sumber ( populasi) ditentukan bersama melalui pertimbangan biologik dan melalui aksi yang dilakukan oleh masyarakat. Ukuran populasi pada gilirannya menentukan ketersediaan sumber-sumber dimasa yang akan datang. Olehnya aksi kemanusiaan menentukan aliran sumber-sumber ini sepanjang waktu. Bila aliran ini benar-benar bukan merupakan fenomena alamiah, dimensi krusial yang kedua adalah rata-rata penggunaan optimum dari generasi ke generasi. Apa rata-rata penggunaan yang efisien dari sumber-sumber yang dapat diperbaharui ? pada ketiadaan pengaruh dari luar, dapatkah pasar diharapkan untuk mencapai dan mempertahankan rata-rata tersebut.
Konsep MSY berangkat dari asumsi single spesies sehingga mengabaikan interaksi antar spesies dalam satu satuan stok ikan, disamping itu interaksi teknis antar alat tangkap juga diabaikan. Disamping sifatnya yang tidak dinamis, konsep MSY dianggap tidak relevan untuk perikanan yang telah dimanfaatkan jenuh bahkan overexploited. Sekilas bila memperhatikan kurva Sustainable Yield yang bentuknya cembung bisa terjadi penafsiran yang keliru, perhatikan Gambar 2 bahwa pada satu titik hasil produksi (sumbu y) yang sama dapat dihasilkan oleh dua tingkat effort (sumbu x) yang sama sekali berbeda, yaitu satu sisi merupakan titik pengembangan (sebelah kiri titik MSY) dan sisi lainnya merupakan titik jenuh (sebelah kanan titik MSY).
Kami memulai dengan mendefinisikan apa yang dimaksud dengan alokasi yang efisien dari penangkapan, kami kemudian dapat menguji bagaimana pasar mengalokasikan sumber-sumber kepemilikan dan sumber yang umum ini dan keadaan masa lampau dan peranan yang potensial terhadap kebijakan publik pada manajemen yang efisien maupun manajemen yang berkelanjutan. Pada akhir dari bab ini, kami secara singkat menguraikan bagaimana prinsip-prinsip analitik dasar dari manajemen perikanan dapat digunakan untuk manajemen populasi biologik lainnya
KELAYAKAN DAN SOLUSI PASAR
Yang kita miliki sekarang adalah alokasi efisien dari sektor perikanan masa lalu. langkah berikutnya adalah untuk menandai alokasi pasar normal dan untuk membandingkan ini dua alokasi. Menghadapai kemungkinan dari berbagai koreksi kebijakan umum.
Pertimbangkan pertama adalah alokasi akibat oleh satu manajemen perikanan oleh satu kepemilikan pribadi yang saling bersaing, tiap individu memeiliki hak kepemilikan individu terhadap ikan. kita dapat menetapkan perilaku dari satu pemilik dengan menguraikan gambar 12.2, seperti yang tercantum pada gambar 12.3. Jika diperhatikan kedua-duanya bagian panel pada keduanya grafik satu keadaan poros horisontal yang mengijinkan kita menganalisis pada kedua grafik sebagai akibat dari tingkat berbagai upaya kegiatan memancing.
Peningkatan pada usaha setiap tahun melampaui tingkat hasil yang dapat dicapai akan berakibat pada peningkatan manfaat kotor dari peningkatan penangkapan ( Ingat bahwa jumlah ikan yang ditangkap per unit adalah proporsional pada ukuran populasi). Bagaimanapun, bila penangkapan ini melampaui hasil yang dicapai untuk ukuran populasi, populasi ikan akan berkurang dan populasi dimasa yang akan datang dan tingkat penangkapan akan lebih rendah. Ketika tingkat usaha dipertahankan, tingkat keseimbangan baru yang lebih rendah akan dicapai ketika ukuran penangkapan adalah sama pada pertumbuhan populasi.

Popular posts from this blog

Kebun Plastik Bangsa Poros Maritim

Indonesia sebagai poros maritim merupakan cita-cita agung. Keagungannya bersemayan disudut-sudut langit tertinggi. Siapapun yang memandangi langit pasti terkagum-kagum karena langit hanya dapat dipandang dari bawah. Berbeda dengan langit, laut dapat dipandang dari ketinggian. Perbedaan sudut pandang langit dan laut membuat “penikmatnya” memperlakukan laut sebagai sesuatu yang rendahan. Laut tidak lebih diperlakukan sebagai tempat pembuangan akhir. Bahkan ketika dalam pergaulan ada teman yang dianggap tidak berguna maka istilah “ kelautko jadi tude” menjadi sangat familiar terdengar. Ada persamaan antara berkebun tanaman di sebidang tanah dan berkebun plastik di laut biru.  Persamaannya, kedua aktifitas sama-sama akan berakhir di meja makan. Bedanya, memakan buah dan sayuran menyehatkan sedangkan makan ikan yang mengandung plastik sangat berbahaya terhadap kesehatan. Seringkali kita mendengar istilah beras dan telur plastik sedangkan ikan plastik mungkin pertamakalinya diistilahk...

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Sikap Profesionalisme Aparatur negara sangat dibutuhkan dalam melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Integritas yang rendah merupakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna layanan (customer), sehingga hasil pekerjaan aparatur tidak representatif menggambarkan kondisi yaang sebenarnya. Gratifikasi, suap, korupsi, kolusi dan nepotisme sangat berpotensi terjadi selama kegiatan pelayanan kepada masyarakat (customer). Pimpinan Unit Organisasi pemerintah harus melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisir terjadinya suap, gratifikasi, korupsi, kolusi dan nepotisme. Integritas adalah marwah dan martabat bagi kehormatan pegawai. Upaya pengendalian gratifikasi dapat berupa : 1. Peningkatan pemahaman melalui pendidikan dan pelatihan anti korupsi. Selain tiu, Untuk memelihara pemahaman aparatur, maka dibutuhkan sosialisasi secara berkala. 2. Penegakan disiplin. Penegakan pelanggaran kode etik ASN akan dikenakan sanksi atau hukuman Selain sanksi moral, ASN yang melakukan pelangg...

Aeromonas hydrophila

Bakteri A. hydrophila menyebabkan penyakit red disease pada ikan sidat. Infeksi bakteri A. hydrophila dapat mengakibatkan hemoragik (pendarahan) pada permukaan tubuh (Egusa, 1976). Menurut Jayavignesh dan Kannan (2011), bakteri A. hydrophila merupakan penyebab penyakit hemoragic septicaemia yang juga disebut sebagai motile aeromonas septicaemia (MAS). Bakteri ini dikenal bersifat oportunis karena akan menyerang saat ikan mengalami stres. Gejala ikan yang terinfeksi MAS bervariasi tetapi umumnya ditandai oleh adanya pendarahan pada kulit, insang, rongga mulut, borok pada kulit, bola mata menonjol (exopthalmia ), perut kembung dan ikan lemas serta sering berada di permukaan atau dasar kolam. Menurut Austin dan Austin (2007), Aeromonas hydrophila menyebabkan beberapa kondisi patologis yang berbeda diantaranya pembusukan pada sirip ekor dan hemoragik septicemia yang ditandai dengan lesi kecil pada permukaan tubuh yang menyebabkan pengelupasan sisik, pendarahan lokal terutama pada in...